Showing posts with label Tugas. Show all posts
Showing posts with label Tugas. Show all posts

12.02.2010

Trailer Movie indahnya Masa SMA

this is my project with my group of course..
i upload this almost a night, phiuh..
give me sugesstion bloggies..
;)


thanks for watching
n_n

11.14.2010

Puisi Lama

Gurindam
1) Jangan buang sampah ditempatnya
    Maka bencana akan senang hatinya
2) Orangtua tidak rela
    Tuhan pun akan murka
3) Bohong itu sumber masalah
    Jika dimulai susah dicegah


Pantun
1) Jalan-jalan di tepi pantai
    Melihat kapal pergi berlayar
    Janganlah kamu santai-santai
    Semangatlah dalam belajar
(Pantun Kilat)
2) Burung dara burung merpati
    Bermimpilah tinggi-tinggi
3) Si manis makan ikan teri
    Tak ada ide ayo bernyanyi
----------
Tugas Basasin, buat pantun dan gurindam.
Basasin jam terakhir, deklak-dekluk mata ngantuk, nggak ada ide. akhirnya sama Izza keluar, ke kamar mandi. cuci muka, lanjut buat. di detik-detik terakhir sebelum bel baru dapet ide. --"


Teorinya :
Puisi lama ada banyak, salah duanya Gurindam dan Pantun. kalo puisi baru itu ya puisi biasa, like Chairil Anwar.


Gurindam berisi nasihat. 1 bait 2 baris. Baris 1 sebab, baris 2 akibat. Sajak a-a. Suku kata tiap baris tidak tetap.


Pantun bisa berisi nasihat, komedi, atau berbalas. 1 bait 4 baris. Baris 1-2 sampiran, baris 3-4 isi. Sajak a-b-a-b. Suku kata tiap baris 8-12.
Pantun kilat sama dengan pantun biasa, tapi jumlahnya hanya 2 baris dalam 1 bait. baris 1 sampiran, baris 2 isi. sajak a-a.


coba teman-teman buat pantun atau gurindam dan tinggalkan di comment.
would nice to try right?
;)

11.10.2010

Menangkap Ikan Tanpa Mengeruhkan Air

Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri, si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu. Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.
Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu. Ia berjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.
“Bagaimana caranya engkau bisa menemukan arloji ini?” tanya si tukang kayu.
“Saya hanya duduk tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan begitu saya tahu di mana arloji itu berada.” jawab anak itu. Si tukang kayu tertegun.
Seorang anak kecil yang pikirannya masih sederhana menyelesaikan sebuah masalah kecil dengan mudah. Anak-anak sepertinya lebih punya kebijaksanaan dibanding orang dewasa. Anak itu lebih memilih tenang, berpikir sebelum bertindak. Sedangkan si tukang kayu, tanpa pikir panjang langsung mengobrak-abrik tumpukan serutan kayu yang tentu saja seperti mencari jarum di tumpukan jerami.
Tetapi bagaimanapun, itulah respon reflek kita saat menghadapi masalah. Tanpa disadari, sering kita terjerumus dalam seribu satu macam ”kesibukan dan kegaduhan” saat suatu masalah datang. Kita langsung melakukan tindakan yang pertama terlintas. Padahal belum tentu tindakan itu bisa memecahkan masalah. Bagaimana jika masalahnya menjadi semakin rumit? Bagaimana jika kita justru menjadi putus asa?
Sebuah pepatah Jawa ”Menangkap ikan tanpa mengeruhkan airnya”. Ketenangan dan keheningan adalah yang kita butuhkan saat menghadapi masalah. Ada baiknya kita menenangkan diri sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan. Jangan gegabah dalam bertindak. Menjauhlah sesaat dari keramaian untuk memikirkan solusi terbaik. Sehingga masalah bisa diselesaikan dengan mudah tanpa memperkeruh keadaan.
Kita juga jangan terus menyalahkan diri atas keteledoran yang tak sengaja dilakukan. Segera perbaiki kesalahan yang sudah terjadi. Tinggalkan kekacauan dan introspeksi diri agar tidak mengulangi kesalahan.
Jadi, biasakanlah berpikir dengan kepala dingin agar hidupmu menjadi lebih mudah. Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.

------

ini tugas esai bahasa Indonesia. ceritanya aku dapat dari terselubung. terus aku buat sendiri bagian pendapat dan kesimpulan. untuk istilah yang dipakai buat judul, itu dikasih tau Ayah.

Esai itu terdiri dari :
  1. Pembuka : berupa suatu masalah, cerita, atau quote
  2. Isi : berupa pendapat, pendirian, sanggahan, dukungan fakta, dll
  3. Penutup : berupa kesimpulan
Semoga bisa membantu teman-teman.. tapi jangan di copi paste yaa !!!
;)